Take a Seat and Relax at Gili Meno – Lombok, Nusa Tenggara Barat

Setelah Hampir Setahun tidak memproduksi Video untuk Tyoo Setiadi Media di Channel Youtube, kali ini Tyoo Setiadi Media memberikan suasana yang berbeda. Hanya berbekal Kamera 13 MP Asus Zenfone 6, liburan kali ini kembali ke Lombok namun dengan destinasi yang berbeda.

Kali ini kita berada di Gili Meno, salah satu Gili kedua di antara Gili Terawangan dan Gili Air. Liburan Natal dan Tahun Baru adalah saat yang tepat untuk menghabiskan waktu di Pulau yang sedang banyak dibicarakan oleh banyak orang.

Setelah gagal meng-edit video di Papandayan 2 tahun yang lalu, kali ini saya membuat video dengan ala-ala dokumentasi namun penuh akan pengambilan gambar ala cinematografi. Kekurangannya satu, kuat di kamera namun lemah di equipment pendukung, seperti pencahayaan, tripod, crane, drone dll. saya harap ini bisa mengisi kekosongan Blog saya sekaligus lebih menggali hobby saya di bidang videografi, cinematografi dan fotografi.

Sekali lagi, selamat menyaksikan.

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 11.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 4 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Wanita yang Tidak Boleh Dijadikan Istri

Image       Image

ADA begitu banyak wanita di dunia ini. Rasululullah SAW sudah memberikan arahan kepada kita bagaimana harus memilih wanita yang boleh didekati dan dijadikan pendamping. Selain kesederhanaannya menghadapi dunia, juga harus mampu menjadi bagian yang melengkapi sang suamin. Namun, selain itu, ternyata ada juga wanita dengan kriteria yang tak boleh didekati dan bahkan dijadikan istri. Siapa saja mereka?

Berikut ini adalah kriteria wanita yang harus dijauhi oleh pria, dan jangan jadikan sebagai istrinya:

1. Wanita “Ananah” : wanita yang banyak mengeluh. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumah tangganya semua tidak suka dan tidak berpuas hati.

2. Wanita “Mananah” : wanita yang suka meniadakan usaha dan jasa suami, akan tetapi sebaliknya menepuk dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.

3. Wanita “Hananah” : Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain (bekas suaminya dahulu)yang dikawininya sebelum sekarang, atau kepada anak dari suaminya yang lain, dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.

4. Wanita “Hadaqah” : melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya utk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya, selain itu wanita ini suka ikut nafsunya. Wanita seperti ini membuat pusing kepala lelaki. Dia ingin apa saja dia mau. Dia suka membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Suka menunjuk-nujuk.

5. Wanita “Basaqah” : ada 2 makna:
a. Pertama : wanita seperti ini suka bersolek dan menghiaskan diri. Dia menghias diri bukan untuk suaminya tetapi untuk ditujukkan kepada dunia. Suka melawan. Uangnya dihabiskan untuk membeli make-up, kasut dan barang kemas. Wanita seperti ini juga sangat suka dipuji-puji. Kalau dia kebetulan menjadi isteri orang ternama dan menjadi pula ketua dalam kumpulan itu, orang lain tidak boleh mengungguli dirinya.

b. Kedua: dia marah ketika makan, dan tidak mau makan kecuali dipisah dengan yang lain dan disendirikan bagiannya.

6. Wanita “Syadaqah” : Wanita yang banyak bicara tentang perkara yang sia-sia dan lagi membisingkan sekitarnya.

[Sumber dari Ihya Ulumuddin – Imam Al Ghazali]

Source : dengan sedikit tambahan tanpa mengurangi atau menambahkan isi pokok permasalahan http://www.islampos.com/6-wanita-yang-tak-boleh-dijadikan-istri-106143/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=6-wanita-yang-tak-boleh-dijadikan-istri

Kontrak Baku, Suatu Intimidasi yang Dibenarkan?

Jabat Tangan Kontrak

Jabat tangan Kontrak

Standar kontrak atau yang biasa kita kenal sebagai kontrak baku banyak kita temukan di keseharian kita. Kontrak baku ini biasanya kita temukan apabila kita bertransaksi yang berkaitan dengan kontrak lisensi, kontrak keagenan, kontrak waralaba dengan perusahaan besar atau saat kita harus menandatangani kontrak kerja antara kita dengan perusahaan yang mempekerjakan kita. Selain itu, setiap transaksi di bank atau saat kita membuka rekening baru di bank manapun, menjadi anggota baru suatu badan perkreditan, saat kita akan membuka transaksi dalam investasi emas, atau saham di pasar modal, kita akan selalu menemukan kontrak baku ini.
Pertanyaannya adalah, apakah kontrak baku ini suatu kontrak yang sah? Beberapa pertanyaan lain muncul mengikuti pertanyaan pertama terkait dengan keabsahan kontrak baku. Seperti, apakah itu bukan suatu intimidasi kepada kita yang ingin bertransaksi namun seolah kita tidak dalam posisi tawar yang sama. Padahal ini suatu perjanjian, suatu kontrak dimana terdapat peracangan kontrak terlebih dahulu, apabila perlu didahului dengan suatu MoU (Memory of Understanding). Maka, apakah kontrak baku yang sering kita temui itu dibenarkan oleh hukum?
Dalam transaksi nasional maupun internasional seringkali kita temui bentuk-bentuk kontrak standar. Kontrak standar dapat dibuat oleh pemerintah, kontrak-kontrak ini masuk dalam apa yang dinamakan Lex Contractus. Lex Contractus atau hukum kontrak yang berlaku dalam suatu Negara sifatnya adalah public. Contoh kontrak standar atau kontrak baku yang termasuk dalam lex contractus adalah kontrak-kontrak di bidang sumber daya alam, misalnya kontrak di bidang perminyakan. Contohnya kontrak Production Sharing Contract.
Terdapat sarjana yang mempermasalahkan keabsahan kontrak baku ini. Karl Lliewelyn misalnya yang mempertanyakan tidak adanya kesepakatan para pihak. Selain dibuat oleh Negara, kontrak-kontrak standar juga dapat dibuat oleh organisasi-organisasi internasional (dalam lingkup hukum kontrak internasional). Organisasi non pemerintah ini antara lain contohnya adalah ICC (International Chamber of Commerce)yang mengeluarkan standar kontrak termasuk syarat-syarat (terms) dalam hukum kontrak international yang direkomendasikan agar digunakan oleh pengusaha dunia. Contoh organisasi lainnya adalah FIDIC (Federation Internationale des Ingenieurs-Conseil) atau The International Federation on Consulting Engineers yang mengeluarkan bentuk kontrak standar dalam bidang pekerjaan kontruksi (Internasional).
Begitu pula kontrak-kontrak di Indonesia yang lingkupnya bukan dalam ranah internasional, seperti perjanjian dalam pembukaan rekening (account) baru, pembelian produk software yang harus mengikuti terms and aggrement dari produsen, perjanjian investasi saham di pasar modal dan lain sebagainya. Sebenarnya, dengan adanya Lex Contractus, kita tak perlu khawatir dengan adanya kontrak baku itu sendiri, karena kontrak baku bukanlah suatu alat intimidasi karena seolah-seolah tak ada kesepakatan antara para pihaknya untuk merundingkan isi daripada perjanjian tersebut. Meskipun begitu tak menutup kemungkinan kita untuk merundingkan kembali isi dari perjanjian tersebut sebelum menandatanganinya. Kontrak sendiri memliki prinsip otonomi para pihak, dimana artinya adalah otonomi, kewenangan, atau kehendak bebas para pihak untuk menentukan bentuk dan muatan isi kontrak yang akan mereka negosiasi, rancang, revisi dan sepakati. Kebebasan ini hanya dibatasi oleh hukum nasional (lex contractus) dari Negara tempat perbuatan hukum membuat kontrak itu dibuat. Prinsip ini ddikemukakan oleh Cf. William Fox dengan memberikan istilah twin Principle (prinsip otonomi para pihak dan prinsip resiprositas).
Kontrak-kontrak yang sering kita temui dalam setiap transaksi tidak mungkin ada yang salah karena kontrak meskipun bebas harus juga tunduk pada peraturan yang berlaku. Tidak mungkin suatu perjanjian yang sah melanggar ketentuan Negara tempat perbuatan tersebut dilaksanakan. Hal ini juga terkait dengan syarat sahnya perjanjian dalam pasal 1320 BW yaitu adanya kesepakatan, para pihaknya yang cakap hukum, adanya hal tertentu dan suatu sebab yang halal. Contoh kontrak yang tidak sah adalah perjanjian jual beli ganja. Contoh kontrak baku yang tidak sah bisa kita lihat pada perjanjian transaksi jual beli saham di pasar modal antara pialang dengan nasabah yang isi kontrak yang melanggar ketentuan hukum nasional.
Hanya biasanya, kita tidak acuh terhadap kontrak baku ini dan melewatinya dengan menandatanginya saja. Kita harus lebih berhati-hati meskipun Negara melindungi para pihak yang dirugikan dalam suatu perjanjian. Kita harus tetap mengecek ulang isi kontrak, nilai nominal bila ada, penyelesaian hukumnya dan lain sebagainya. memang kontrak ini sulit untuk dihindari penggunaannya, karena memang para pihak menghendaki demikian di samping bisnis sendiri yang menghendaki tidak berlarut-larutnya perumusan kontrak.
Maka sampai pada kesimpulan bahwa, kontrak baku di Indonesia memang dibenarkan adanya namun sebatas pada mengikuti hukum yang berlaku pada hukum nasional. Apabila tidak memenuhi sayarat perjanjian atau tidak mengikuti hukum nasional yang berlaku, kita dapat mengajukan gugatan ke pengadilan terkait dengan klausul yang melanggar hukum tersebut.
Saran bagi anda yang berhadapan dengan kontrak baku seperti ini, jangan langsung menandatangani kontrak baku, teliti seteliti mungkin isi kontrak, terlebih lagi pada nilai nominal, jatuh tempo pembayaran, penyelesaian hukum dan hal-hal pokok lainnya. Agak sedikit memakan waktu, namun itu adalah hak anda untuk memeriksa isi kontrak baku. Kehati-hatian ini sebanding dengan apa yang akan kita hadapi nanti apabila terdapat masalah terkait kontrak tersebut.

Sumber:

Prof. Huala Adolf, Perancangan Kontrak Internasional, Keni Media, Bandung, 2011

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

http://www.iccbwo.org

http://fidic.org

Prosedur Pengurusan Dokumen Pendirian Badan Usaha dan Badan Hukum

Prosedur Pengurusan Badan UsahaBeberapa pengusaha muda atau pengusaha yang akan memulai usahanya, biasanya tidak mengetahui bagaimana syarat dan prosedur yang harus ditempuh untuk memulai suatu usahanya agar terdaftar di Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Karena ketidaktahuan dan tidak acuhnya para pengusaha muda, beberapa dari mereka terkadang tidak mengurus izin berdirinya mereka. Hal ini tentunya selain pemerintah melalui Deperindag tidak dapat mengetahui  berapa pengusaha dan badan usahanya, juga secara administrasi tidak dapat diketahui bergerak di bidang apa sajakah badan usaha yang ada.

Bagan di bawah ini memberikan tingkatan atau prosedur yang harus ditempuh oleh para pengusaha yang ingin mendaftarkan badan usahanya. Seperti kita tahu, semua bentuk badan usaha dan badan hukum haruslah didaftarkan, kecuali apabila bentuk badan usaha tersebut hanyalah persekutuan perseorangan (maatschap). Namun bagi pengusaha UMKM, tentunya lebih bijak apabila mengurus pendaftaran atau mengurus izin pendirian badan usaha agar tertib hukum dapat tercapai, khususnya dalam administrasi di bidang UMKM.

  1. Akta pendirian yang dibuat secara notarill atau dibuat di hadapan Notaris.
  2. Izin tetangga yang kemudian ditandatangani oleh Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga diberi stempel.
  3. Domisili perusahaan (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) ditandatangani oleh Lurah dan Camat. (pada saat pengurusan melampirkan ijin tetangga, FC sertifikat (bukti hak) dan PBB (SPPT) tempat dimana perseroan didirikan.
  4. SITU (Surat Izin Tempat Usaha) atau HO (Hinder Ordonantie)/izin gangguan. Dibuat di kantor pemda. (melampirkan akta pendirian, FC KTP Direktur, Izin tetangga, dan SKDP).
  5. Nomor Pokok Wajib Pajak (dibuat di kantor pajak). Melampirkan akta pendirian perusahaan, FC KTP Direktur,SKDP dan SITU.
  6. Surat Izin Usaha Perdagangan. Dibuat oleh Deperindag, melampirkan akta pendirian, DP, NPWP dan foto copy Direktur.
  7. TDP (tanda daftar perusahaan) dibuat oleh Deperindag dengan melampirkan akta pendirian, DP, NPWP, dan FC Direktur.

Orang Tua

Penuh Kebijaksanaan (ilustrasi)

 

Orang tua…

Baik itu orang tuamu sendiri, maupun orang yang telah dituakan dan termasuk pula orang-orang yang telah sepuh disekitarmu. Lihatlah ke dalam pandangan matanya. Kau akan melihat berjuta pengalaman yang telah ia rasakan…

Orang tua…

Lihatlah senyum mengembang di bibirnya, kau akan melihat betapa satu sunggingan senyum dapat menunjukkan kepadamu tentang berbagai keindahan di dunia ini yang telah ia rasakan.

senyum_tulus (ilustrasi)

Orang tua…

Saat kau lihat guratan-guratan kulit yang menua di wajahnya, apa yang akan kau pikirkan pertama kali? Rasa kasihan? Rasa syukur? Ataukah masih sempat di dalam benakmu mucul rasa penyesalan?

Orang tua…

Mereka tak pernanh menyesali sedikitpun keadaan yang mereka terima. Tak pernah menyesali keriput di wajahnya, tak pernah menyesali anak-anaknya yang meninggalkan rumah satu per satu. Mereka telah dan mampu melihat kebahagiaan di setiap kejadian, hikmah di tiap peristiwa, dan tersenyum saat mengalaminya.

Orang tua…

Mereka memiliki tingkat kebijaksanaan yang tinggi, tentang kenyangnya pengalaman hidup, tentang arti hakiki hidup ini. Nasihatnya, anjurannya, petuahnya, diucapkan bukan tanpa alasan, mereka memberikannya hanya karena mereka telah mengalami, melihat dan merasakan kehidupan ini jauh sebelum kita.

Orang tua..

Suatu kewajiban bagi kita adalah untuk menghormati, dan menyayanginya. kebahagiaan pada diri kita, cukup memberikan kebahagiaan pada diri mereka. tak muluk-muluk angan mereka, tak berlebihan keinginan mereka, hanyalah satu harapan pada lubuk hati mereka, yaitu kebahagiaan anak-anak yang dicintainya, bagaimanapun cara yang ditempuh oleh anak-anak tercintanya. Mereka tak menuntut untuk dibahagiakan oleh kita anak-anaknya, mereka tak menuntut kita untuk selalu menemaninya, karena mereka tahu, kita adalah individu yang berbeda dari mereka, kita adalah anak-anaknya, dan kebahagiaan kitalah yang merupakan tujuan pertama para orang tua semenjak kita lahir.

Kedamaian Orang Tua

Maka, santunilah anak yatim, karena mereka tidak mendapatkan kasih sayang, harapan dan kebanggaan yang sepenuhnya di mata orang tua mereka. mereka tidak sempat merasas dibanggakan oleh orang tua saat bisa mulai berjalan. seperti kita dahulu, yang diberikan senyum di tiap pagi dengan penuh kelembutan, dan kita dibanggakan hanya karena kita menangis kencang saat kita terlahir di dunia, semenjak saat itu dan aku yakin kebanggaan itu akan terus ada hingga akhir hayatnya.

Orang tua, kami sayang kalian…

Kehidupan, Pagi dan Syukur

Lombok

Lombok

 

Pagi menyimpan banyak kebahagiaan, kenangan, semangat, bersyukur dan berjuta ekspresi lainnya.

 

Kebahagiaan mendapatkan pagi ini kembali setelah seharian meninggalkannya.

 

Kenangan pagi yang tak bisa dilupakan, karena semua orang pasti memiliki pengalaman pagi yang bermacam-macam, salah satunya pengalaman yang dirasakan bersama orang yang disayang saat matahari menampakkan sinarnya. Baik itu ibu, bapak, saudara, kekasih, Sang Pencipta bahkan dengan secangkir kopi atau coklat panas.

Semangat, pagi menyimpan semangat jutaan orang yang menantinya. Semangat mencari rezeki halal, semangat bertemu dengan anak yang dicintainya setelah hari kemarin disibukkan oleh hal duniawi sampai larut malam. Hanya pagi yang bisa memberikan waktu di tiap harinya bagi mereka yang ingin bercanda bersama bayi yang baru terlahir di dunia. Hal ini adalah juga termasuk dalam kebahagiaan yang didapat saat pagi hari.

Bersyukur, pagi merupakan tempat banyak orang lebih banyak mengucapkan syukur daripada waktu lainnya. Pagi merupakan tempat dimana semua orang dapat mencapai keadaan spiritual dengan hanya mengucapkan syukur.

Sambutan “selamat pagi” kepada sesama adalah bentuk sederhana dari bersyukur, terlebih lagi ditambah dengan Doa yang insya Allah mustajab, dengan tanpa perasaan negatif dan tercela lainnya.

Dengan secangkir coklat hangat aku menulis tulisan ini, dan aktivitas jutaan orang di luar sana yang menghasilkan berbagai ekspresi pagi hari membuatku tetap bersyukur bahwa, AKU MASIH BISA MENGUCAPKAN ALHAMDULILLAH..