Hukum Internasional

  1. Apa perbedaan sejarah hukum dalam arti luas dan sejarah hukum dalam arti sempit?
  2. Apa yang menjadi dasar pembagian tahap-tahap pembagian sejarah hukum internasional !
  3. Apakah factor kebudayaan yang mengatur hubungan raja-raja- bangsa-bangsa yang dimulai dari kebudayaan india kuno, yahudi, yunani, romawi, kekaisaran Byzantium dan dunia islam dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan hukum international, berikan contoh !
  4. Jekaskan mengapa perjanjian perdamaian Westphalia merupakan saat lahirnya masyarakat internasional modern?
  5. Jelaskan pengaruh pemikiran-pemikiran yang memisahkan kekuasaan Negara dan kekuasaan gereja/penganut spiritual dijadikan landasan baru dalam hubungan antar Negara !
  6. Bagaimana pengaruh dari bentuk Negara-negara nasional (nation state)?
  7. Negara sebagai kesatuan politik territorial yang didasarkan atas kebangsaan (nation state) menjadi factor utama terbentuknya hukum internasional modern jelaskan proses masa konsolidasi setelah berakhirnya perang dunia I dan II
  8. Bagaimana pendapat anda saudara dengan situasi politik global saat ini terhadap eksistensi dan implementasi dari hukum internasional. Apakah hukum internasional akan berkembang lagi / menuju kematiannya?

PEMBAHASAN

  1. Hukum internasional dalam arti luas yaitu termasuk pengertian hukum antar bangsa-bangsa seperti contohnya pada saat kebudayaan india kuno, yahudi, yunani, romawi, kekaisaran Byzantium. Dalam arti sempit yakni mengatur hubungan antara Negara-negara, yaitu Negara-negara modern yang ada pada saat ini. Perbedaannya adalah pada asal mula atau awal terbentuknya perjanjian-perjanjian antar bangsa-bangsa yang dahulu didominasi oleh kekuasaan raja dalam kekaisaran dan pemuka agama (Paus) dalam kehidupan gereja yang mengatur aturan agama bahkan politik antar manusia sampai pada hubungan hukum internasional yang terjadi saat ini yaitu hubungan antar negara/lintas Negara-negara modern yang ditandai sejak adanya perjanjian Westphalia yang saat ini hubungan internasional tersebut berkembang tak hanya mengatur hubungan antar Negara namun juga antar Negara dengan bukan Negara (organisasi internasional) dan antar organisasi internasional.
  2. Yang menjadi dasar pembagian sejarah hukum internasional adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi seperti perang atau konflik terdahulu yang akhirnya melahirkan suatu perjanjian antar bangsa yang merubah peta geopolitik semenjak adanya perjanjian Westphalia. Akibat adanya perjanjian tersebut, dimulailah  kemunculan masyarakat internasional modern yang sebelum adanya perjanjian Westphalia, geopolitik kekuasaan yang dikuasai oleh satu system feodal oleh raja-raja atau pemuka agama dalam kehidupan gereja. namun bukan berarti perjanjian Westphalia tersebut sebagai peristiwa perubahan zaman dalam sejarah masyarakat internasional yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan masa lampau, namun lebih kepada gerakan reformasi dan sekulerisasi kehidupan manusia, khususnya perebutan kekuasaan duniawi antara gereja dan Negara.
  3. Factor kebudayaan yang mengatur hubungan raja-raja dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan hukum internasional. Hal ini dapat dikarenakan meskipun pada zaman kekaisaran sejak dari zaman kekaisaran dan kehidupan gereja dan sampai pada dunia islam, terdapat kebudayaan semacam hukum bangsa-bangsa yang menjadi cikal bakal dari hukum internasional pada Negara-negara modern yaitu orang Yahudi sebagaimana terbukti dari buku-buku kuno mereka antara lain kitab Perjanjian Lama, sudah mengenal perjanjian perlakuan terhadap orang asing dan cara melakukan perang. Begitu pula dengan india kuno yang mempunyai ketentuan mengenai perlakuan tawanan perang dan cara melakukan perang. Contoh kontribusi dalam perkembangan hukum internasional yaitu arbitration, konsulat dan diplomat tingkat tinggi yang sangat popular pada hukum internasional modern saat ini. Yang pada zaman dulu hal tersebut dikenalkan oleh kebudayaan Yunani. Pada kebudayaan Romawi yaitu konsep seperti occupation, servitut, dan bona fides. Praktik diplomasi dikenalkan oleh kekaisaran Byzantium.
  4. Masyarakat internasional modern muncul setelah adanya perjanjian Westphalia dikarenakan pada saat itu perundingan untuk perdamaian atas perang tersebut sangat berlarut0larut selama kurang lebih tiga tahun perundingan yang melahirkan perjanjian Westphalia yang menjadi tonggak awal munculnya perjanjian modern, dan bukan lagi seperti masyarakat zaman abad pertengahan yang salah satu cirinya adalah hubungan nasional satu dengan yang lainnya didasarkan atas persamaan derajat dan kemerdekaan. Hal tersebut lalu yang membedakan mayarakat zaman pertengahan dengan masyerakat internasional modern.
  5. Ajaran Hugo Grotius didasarkan atas praktik Negara dan perjanjian antar negara yang disebutnya sebagai sumber hukum internasional di samping hukum alam yang diilhami oleh akal manusia, ia juga telah meletakkan dasar bagi sistematik pembahasan hukum internasional yang sebagian besar masih dianut sampai sekarang. Alberico Gentilis mengadakan pemisahan antara etika, agama dan hukum.
  6. Pengaruh dari bentuk Negara-negara nasional yang muncul akibat perjanjian Westphalia terhadap perkembangan hukum internasional sebelum perang dunia ke-1, memiliki hal-hal penting konsolidasi masyarakat internasional yang didasarkan atas Negara-negara kebangsaan. Negara sebagai kesatuan politik territorial yang terutama didasarkan atas kebangsaan (nation state) telah menjadi kenyataan. Sebelum kekuasaan rill Negara masih berada di tangan raja, akan tetapi setelah terjadinya revolusi perancis dan berbagai pergolakan yang terjadi di eropa yang disebabkan kekuasaan raja yang terlalu absolutism dan cenderung sewenang-wenang yang mengakibatkan kekuasaan dari tangan raja ke tangan rakyat. Adapun diadakannya berbagai konferensi internasional yang dimaksudkan sebagai konferensi untuk mengadakan perjanjian internasional yang bersifat umum dan meletakkan kaidah hukum yang berlaku secara universal konferensi-konferensi tersebut dianggap sebagai pelopor dari usaha-usaha dikemudian hari melalui berbagai perjanjian untuk mengkodidikasikan hukum internasional. Konferenasi itu antara lain konferensi Montevideo, konferensi deen hag dll. Selainitu adapula pembentukan mahkamah internasional arbritase permanen yaitu suatu lembaga yang ampuh sebagai satu cara mengurangi persengkataan antar bangsa.
  7. Proses masa konsolidasi pada masa setelah perang dunia ke-1 dan ke-2 yaitu dimulai dengan diadakannya Perjanjian Melarang Perang sebagai suatu cara mencapai tujuan nasional yakni Briand Kellog Pact yang diadakan di Paris tahun 1928. Kemudian didirakannya Liga Bangsa-Bangsa dengan perjanjian Versailles sesudah perang dunia pertama dan PBB setelah perang dunia II. Apabila perjanjian Briand Kellog tahun 1928 mengenai larangan perang masih dapat kita anggap langkah konsolidasi dalam perkembangan masyarakat internasional dalam arti masyarakat antarnegara, pembentukan LBB dan PBB merupakan perkembangan yang membuka satu dimensi baru dalam kehidupan masyarakat internasional dan juga awal muncul fenomena organisasi atau lembaga internasional yang melintasi batas-batas Negara dan mempunyai wewenang dan tugas di samping dan bahkan terkadang di atas kekuasaan Negara-negara nasional.
  8. Semenjak adanya perjanjian-perjanjian Negara-negara anggota WTO atau dengan organisasi internasional lainnya, perkembangan hubungan hukum internasional sangat pesat terjadi. Terlebih lagi dengan adanya kemajuan teknologi yang tak terbendung sehingga menyebabkan batas-batas antar Negara seakan hilang atau dengan kata lain berpengaruh secara global, saya rasa hukum internasional dengan kaitan implementasi serta eksistensinya akan terus berkembang. Contohnya dapat kita lihat dari perkembangan hubungan internasional regional yang dengan kemajuan zaman, hubungan tersebut tidak terpaku pada regional tertentu, bahkan meluas hingga ke Negara lain yang bukan termsuk Negara tetangga. Caontoh yang sedang popular saat ini adalah perjanjian perdagangan antara cina dengan Negara-negara anggota Asean atau ACFTA (asean-china Free Trade Area). Dalam perjanjian tersebut, perdangan bebas dengan biaya ekspor maupun impor hingga 0%. Hal ini sebenarnya dapat dikategorikan meluasnya perjanjian area perdagangan yang sebelumnya adalah hanya AFTA (asean free trade area) bertambah dengan masuknya cina ke perjanjian regional perdangan bebas Negara-negara asean.Dengan adanya contoh tersebut, saya berpendapat bahwa eksistensi dari hukum internasional akan terus maju bukannya malah mengalami kemunduran. Selain dari contoh yang saya sebutkan yaitu ACFTA, masih banyak contoh lain yang mengindikasikan sama yaitu hukum internasional akan semakin berkembang.

Seperti yang telah dijelaskan bahwa hukum internasional sangat erat kaitannya dengan masyarakat internasional modern, maka dengan semakin berkembangnya zaman pula, masyarakay modern ini akan semakin memahami apa arti dari masyarakat internasional modern secara seutuhnya. Masyarakat internasional modern inilah yang akan semakin mengembangkan hubungan hukum internasional antar Negara-negara modern untuk terus meneruskan eksistesinya dalam mengatur hubungan dan persoalan lintas batas Negara tentunya yang bukan bersifat perdata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s