Siapa SJ? Syahril Djohan ataukah Saiful Jamil?


Kedua nama tersebut sama-sama terkenal di televisi, sama-sama beken hingga menggemparkan dunia pertelevisian. Bedanya, ranah kedua nama yang sama-sama berinisial SJ tersebut berbeda. Apabila Saiful Jamil menggemparkan dunia perdangdutan dengan suara dan mantan istrinya yang fenomenal (sangat fenomenal), tidak dengan Syahril Djohan yang menggemparkan dunia hukum dan politik dengan dugaan ilmu tikusnya (korupsi, red).

Hingga saat ini Syahril Djohan, yang selanjutnya dalam tulisan ini saya sebut sebagai EsJe (es jahe), tidak diketahui dimanakah ia berada. Dikabarkan EsJe kabur ke Australia, dan memang begitulah cara-cara terakhir para tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi untuk menyelamatkan diri. Apabila tidak sempat kabur atau memang malas untuk kabur ke luar negeri, cukup berdiam di tempat dan saat diperiksa nanti, mereka akan langsung sakit sehingga permeriksaan ditunda atau bahkan tidak jadi dilakukan dengan alasan “saya masih sakit”. Penyakit ini memang aneh, apabila dibandingkan dengan penyakit mag yang kambuh mungkin karena telat makan atau makan makanan yang pedas, tetapi penyakit yang dialami para pejabat yang tersandung kasus korupsi ini kambuh hanya saat akan ditangkap, akan diperiksa, dan akan diadili.

Jati diri EsJe pun juga simpang siur, selain memang Mr. X yang disebut oleh Oom Susno belumlah tentu bahwa memang benar itu Esje ataukah bukan. Lagipula Esje bisa juga adalah Saiful Jamil seperti yang saya singgung diatas. Semuanya belum jelas sampai Esje tersebut ditangkap, apalagi para pejabat dan para oknum yang terlibat dalam kasus yang juga melibatkan Gayus Tambunan semuanya dapat ditangkap.

Tinggal menunggu perkembangan, siapakah EsJe, siapa lagi yang terlibat selain yang telah diketahui sekarang ini, apakah EsJe yang diduga tersebut benar-benar terlibat, apakah EsJe adalah benar Syahril Djohan ataukah EsJe adalah Saiful Djamil? kita serahkan kepada para penegak hukum di Indonesia, kita harus yakin dengan penegak hukum kita meskipun dengan berbagai kekurangannya, karena apabila kita tidak percaya kepada mereka, kepada siapa kita akan mempercayakan penegakan hukum di Negara kita? Presiden? Tidak bisa, Presiden terlalu sibuk, lagipula presiden bukanlah alat kelengkapan Negara seperti polisi atau kejaksaan melainkan kepresidenan adalah suatu lembaga negara yang salah satu fungsinya adalah menjalakan fungsi eksekutif dan sedikit fungsi legislatif. Maka yang dapat kita lakukan adalah percaya kepada para penegak hukum tersebut dengan berbagai kekurangannya.

Kemudian mengenai EsJe tersebut, apabila dapat saya berpendapat, EsJe bukanlah Syahril Djohan ataupun Saiful Jamil, tapi mungkin juga adalah Syahrul Junawan. Kita lihat saja perkembangan pendapat saya tersebut, yang jelas saya hanya berpendapat, tanpa meyinggung pihak-pihak lain. Apabila ada yang merasa tersinggung, karena mungkin EsJe adalah Inisial Bapak anda, saya mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s