Kapolri: Akan Ada Tersangka Baru untuk Kasus Gayus

Oom Bambang

[Selasa, 27 April 2010]
Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR mengatakan minggu ini akan ada penambahan tersangka dalam kasus Gayus.

Tim independen bentukan Kapolri sampai saat ini sudah menetapkan Gayus Halomoan P Tambunan, Haposan Hutagalung, Andi Kosasih, Lambertus Palang Ama, Alif Kuncoro, Arafat Enanie, Sri Sumartini, dan Sjahril Djohan sebagai tersangka dalam dugaan praktek makelar kasus (markus) di Bareskrim. Kedelapan tersangka ini diduga merekayasa penanganan kasus Gayus, sehingga pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak ini “lolos” dari jerat pidana.

Seperti diketahui, ketika itu (2009), uang senilai Rp25 miliar dalam rekening Gayus dicurigai sebagai hasil dari tindak pidana korupsi dan penggelapan. Namun, hanya Rp395 juta yang dinyatakan penyidik Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim sebagai hasil dari kejahatan, sementara sisanya Rp24,6 miliar dinyatakan tidak terindikasi pidana.

Oleh karena dinyatakan tidak terindikasi pidana, Direktur II Eksus Raja Erizman akhirnya membuka blokir uang Rp24,6 miliar tersebut. Padahal, belakangan diketahui bahwa uang Rp24,6 miliar itu berasal dari kejahatan, yaitu korupsi. Dengan demikian, tim penyidik independen telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Sedangkan, Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri telah menetapkan Direktur II Eksus Raja Erizman, mantan Direktur II Eksus Edmond Ilyas, dua Kanit Direktorat II Eksus Pambudi Pamungkas dan Eko Budi Sampurno, penyidik madya Direktorat II Eksus Mardiani sebagai terperiksa.

Dari kelima terperiksa itu, tim penyidik independen belum menemukan adanya pelanggaran pidana. Namun, dari keterangan Sjahril, diketahui Susno sempat dijanjikan uang Rp3 miliar oleh Haposan (pengacara Gayus) untuk “meringankan” kasus Gayus. Tidak diketahui apakah uang itu sampai ke tangan Susno atau tidak, yang pasti tim penyidik independen telah memeriksa Susno sebagai saksi, tanggal 20-22 April lalu. Tapi, sampai pada pemeriksaan hari ketiga (22/4), Susno tidak juga ditetapkan sebagai tersangka.

Wakadiv Humas Mabes Polri Zainuri Lubis sempat menyatakan hasil pemeriksaan Susno ini akan dievaluasi oleh tim penyidik independen. Setelah hasil evaluasi itu keluar, akan diketahui apakah akan ada penambahan tersangka atau tidak. Sambil menunggu evaluasi yang dilakukan tim penyidik independen, Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam rapat kerja Komisi III DPR yang dipimpin oleh Benny K Harman mengatakan dalam minggu ini akan ada penambahan tersangka dalam kasus Gayus. Namun, belum dapat disebutkan siapa tersangka baru yang dimaksud.

“Seluruh personil Polri yang dikatakan Pak Susno terlibat dalam kasus Gayus, tetap masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Minggu ini maksimal akan terungkap secara utuh. Insya Allah, minggu ini akan bertambah jumlah tersangka,” ujarnya.

Keinginan Polri untuk mengungkap kasus Gayus secara tuntas, menurut BHD, karena kasus Gayus ini adalah suatu rangkaian. Dimana, Polri sudah mengklasifikasikan empat kelompok pelaku yang berperan mempengaruhi proses hukum kasus Gayus, mulai dari penyidikan, penuntutan, sampai pemeriksaan di Pengadilan Negeri Tangerang. Kelompok pertama adalah para pelaku yang terkait kasus Gayus (Gayus, Haposan, Andi, Lambertus, Alif, dan Sjahril).

Kemudian, kelompok kedua adalah para penyidik atau atasan penyidik yang melakukan penyidikan perkara Gayus. Kelompok ketiga adalah para jaksa yang melakukan proses penelitian dan penuntutan perkara Gayus. Dan terakhir, kelompok keempat adalah para hakim yang menyidang perkara Gayus.

Dalam pengembangan penyidikan yang mengarah pada dugaan keterlibatan jaksa dan hakim perkara Gayus, BHD menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung untuk keperluan pemeriksaan jaksa maupun hakim.

Koordinasi itu sudah ditindaklanjuti oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji dengan mengeluarkan izin untuk pemeriksaan empat jaksa peneliti kasus Gayus hari ini (26/4). Keempat jaksa itu adalah Cirus Sinaga, Ika Syafitri, Eka Kurnia, dan Fadil Regan. Hingga pukul 20.30 WIB, Wakadiv Humas Mabes Polri Zainuri Lubis mengaku pemeriksaan terhadap keempat jaksa belum selesai. Namun, dapat dipastikan keempat jaksa itu tidak akan ditahan malam ini.

Oknum Ditjen Pajak lainnya

Selain melakukan pengembangan penyidikan ke arah keterlibatan jaksa dan hakim, salah satu anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mempertanyakan apakah Polri juga melakukan pengembangan penyidikan ke arah keterlibatan oknum aparat Ditjen Pajak lainnya. Pasalnya, Gayus diduga tidak melakukan perbuatannya sendirian.

“Gayus itu kan golongan 3A, harusnya yang diperiksa tidak hanya Gayus yang golongan 3A. Apakah Polri sudah melakukan pemeriksaan terhadap pejabat pajak diatasanya, seperti Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan. Apa juga sudah diperiksa, mantan-mantan pejabat pajak, seperti Darmin Nasution,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Bambang, “apakah Polri juga sudah memeriksa 149 perusahaan wajib pajak yang diduga menjadi sumber uang Rp24,6 miliar dalam rekening Gayus”. Atas pertanyaan Bambang ini, BHD menyatakan pihaknya sedang melakukan pengembangan penyidikan. Dan pengembangan penyidikan itu nantinya juga akan diarahkan ke permasalahan di bidang perpajakan, yang mana diduga melibatkan oknum aparat Ditjen Pajak lainnya.

Kabareskrim Mabes Polri Ito Sumardi menambahkan, untuk memeriksa sampai ke tingkat Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan, “itu harus diteliti dulu dari bawah ke atas, ada tidak keterkaitannya (dengan Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan). Polri kan harus profesional dan proporsional, kalau memang ada pidananya, ya itu memang menjadi kewajiban Polri, tapi kalau ranahnya bukan pidana ya ngga mungkin”. Lalu, terkait dengan 149 perusahaan yang diduga menjadi menjadi sumber uang Rp24,6 miliar di rekening Gayus, jenderal bintang tiga ini mengaku jajarannya sudah melakukan koordinasi dengan Ditjen Pajak untuk memeriksa seluruh perusahaan wajib pajak itu.

Dari hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa Gayus diduga melakukan penyalahgunaan wewenang, dalam hal menerima suap dan gartifikasi dari 149 perusahaan wajib pajak itu. Ada lima modus operandi yang dilakukan oleh Gayus. Pertama, kata BHD, Gayus mengatur (menurunkan) nilai pajak dengan bantuan konsultan pajak. Dari bantuan tersebut, Gayus mendapatkan fee dari perusahaan-perusahaan wajib pajak.

Kedua, Gayus menyelesaikan keberatan wajib pajak pada tingkat Direktorat Keberatan dan Banding Ditjen Pajak. Manakala, keberatan ini diterima, Gayus juga menerima fee dari perusahaan-perusahaan wajib pajak. Ketiga, Gayus melakukan penyelesaian keberatan wajib pajak pada tingkat pengadilan banding. Apabila keberatan wajib pajak ini diterima pengadilan banding, maka Gayus akan mendapat fee. Keempat, Gayus, di luar tugasnya di Direktorat Keberatan dan Banding Ditjen Pajak, menjadi konsultan pajak gelap. Yang mana, mengatur dan mengurus prose dalam sidang banding di pengadilan pajak.

Dan kelima, BHD melanjutkan, Gayus menahan surat ketetapan pajak (SKP) sampai wajib pajak memberikan sejumlah uang sebagai kompensasi atas nilai pajak yang diturunkan. Mengenai modus kelima ini, Gayus bekerja sama dengan pegawai Ditjen Pajak lainnya. “Wajib pajak yang ditahan SKP-nya ini kemudian meminta bantuan kepada pegawai pajak (Gayus) untuk mengurus SKP yang ditahan dengan menghubungi saudara Maruli Manurung. Maruli Manurung menghubungi Irjen Depkeu untuk melakukan pemeriksaan terhadap penahanan SKP wajib pajak, sehingga SKP tersebut dikeluarkan,” terangnya.

Dengan demikian, Rapat Kerja Komisi III DPR kali ini mengeluarkan tiga kesimpulan, yang diantaranya adalah mendesak Kapolri untuk mengusut jaringan mafia kasus, termasuk mafia perpajakan di seluruh Indonesia hingga ke akar-akarnya. “Termasuk terhadap oknum pejabat dan mantan pejabat yang diduga terlibat,” papar Pimpinan Rapat, Benny K Harman.

di copy dari hukumonline.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s