Apakah Kita Masyarakat Adat ?

judul diatas adalah tugas pertamaku dalam mata kuliah hukum adat. jadi, apakah kita ini adalah masyarakat adat? uraian dibawah saya buat untuk mencoba menjelaskan, apakah kita ini masyarakat perkotaan adalah termasuk masyarakat adat? so,  let’s see…

Dalam perkembangan hukum dan kemajuan era politik serta pengaruh globalisasi di Indonesia, masyarakat yang dahulu lebih mengarah kepada sifat homogen, lambat laun berubah menjadi masyarakat yang heterogen. Masyarakat heterogen ini biasanya terdapat di kota-kota besar yang dijadikan suatu pusat pemerintahan, dimana banyak pendatang mengadu nasib di kota tersebut.

Masyarakat adat yang masih bersifat homogen ini diberikan suatu definisi oleh Ter Haar yaitu, masyarakat yang memiliki kesamaan territorial (wilayah), keturunan (geneologis), serta wilayah dan keturunan (territorial-geneologis), sehingga terdapat keragaman bentuk masyarakat adat dari suatu tempat ke tempat lain. Dilihat dari definisi Ter Haar diatas bahwa, salah satu ciri yang tidak terdapat dalam masyarakat perkotaan adalah memiliki kesamaan wilayah dan keturunan (territorial-geneologis).

Suatu masyarakat adat sekarang ini lebih dikenal karena kearifan lokal yang dimilikinya terhadap lingkungan di sekitar, adat istiadat, dan kekhasan lain yang tetap dipegang teguh oleh masyarakat itu sendiri, termasuk hukum adatnya. Berbagai hal mengenai keistimewaan masyarakat adat inilah yang tidak terdapat dalam masyarakat perkotaaan yang tidak memiliki kesamaan keturunan, meskipun mendiami suatu wilayah yang sama.

Pengertian masyarakat adat juga didefinisikan dalam peraturan perundang-undangan seperti UU no. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan dan dalam Peraturan Menteri Agraria/Ka BPN no. 5 Tahun 1999 bahwa masyarakat adat adalah sekelompok orang yang terikat oleh tatanan hukum adatnya sebagai warga bersama suatu persekutuan hukum karena kesamaan tempat tinggal ataupun atas dasar keturunan. Pengertian akan masyarakat adat tersebut hampir mirip dengan pengertian dari Ter Haar, namun terdapat perbedaan yaitu pada kata “terikat oleh tatanan hukum adatnya”. Masyarakat di kota-kota besar ini sebagian besar atau bahkan hampir seluruhnya tidak lagi menggunakan hukum adat sebagai hukum yang berlaku baginya.

Maka melihat dari pengertian-pengertian masyarakat adat tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat adat adalah masyarakat yang memiliki kesamaan-kesamaan dalam hal keturunan, wilayah, dan hukum adat yang dipatuhinya, memiliki pula nilai nilai budaya asli dan kearifan lokal. Hal-hal inilah yang membuat suatu perbedaan antara masyarakat adat dengan masyarakat yang terdapat di kota-kota besar.

correct me if I wrong. Thanks a lot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s