Orang Tua

Penuh Kebijaksanaan (ilustrasi)

 

Orang tua…

Baik itu orang tuamu sendiri, maupun orang yang telah dituakan dan termasuk pula orang-orang yang telah sepuh disekitarmu. Lihatlah ke dalam pandangan matanya. Kau akan melihat berjuta pengalaman yang telah ia rasakan…

Orang tua…

Lihatlah senyum mengembang di bibirnya, kau akan melihat betapa satu sunggingan senyum dapat menunjukkan kepadamu tentang berbagai keindahan di dunia ini yang telah ia rasakan.

senyum_tulus (ilustrasi)

Orang tua…

Saat kau lihat guratan-guratan kulit yang menua di wajahnya, apa yang akan kau pikirkan pertama kali? Rasa kasihan? Rasa syukur? Ataukah masih sempat di dalam benakmu mucul rasa penyesalan?

Orang tua…

Mereka tak pernanh menyesali sedikitpun keadaan yang mereka terima. Tak pernah menyesali keriput di wajahnya, tak pernah menyesali anak-anaknya yang meninggalkan rumah satu per satu. Mereka telah dan mampu melihat kebahagiaan di setiap kejadian, hikmah di tiap peristiwa, dan tersenyum saat mengalaminya.

Orang tua…

Mereka memiliki tingkat kebijaksanaan yang tinggi, tentang kenyangnya pengalaman hidup, tentang arti hakiki hidup ini. Nasihatnya, anjurannya, petuahnya, diucapkan bukan tanpa alasan, mereka memberikannya hanya karena mereka telah mengalami, melihat dan merasakan kehidupan ini jauh sebelum kita.

Orang tua..

Suatu kewajiban bagi kita adalah untuk menghormati, dan menyayanginya. kebahagiaan pada diri kita, cukup memberikan kebahagiaan pada diri mereka. tak muluk-muluk angan mereka, tak berlebihan keinginan mereka, hanyalah satu harapan pada lubuk hati mereka, yaitu kebahagiaan anak-anak yang dicintainya, bagaimanapun cara yang ditempuh oleh anak-anak tercintanya. Mereka tak menuntut untuk dibahagiakan oleh kita anak-anaknya, mereka tak menuntut kita untuk selalu menemaninya, karena mereka tahu, kita adalah individu yang berbeda dari mereka, kita adalah anak-anaknya, dan kebahagiaan kitalah yang merupakan tujuan pertama para orang tua semenjak kita lahir.

Kedamaian Orang Tua

Maka, santunilah anak yatim, karena mereka tidak mendapatkan kasih sayang, harapan dan kebanggaan yang sepenuhnya di mata orang tua mereka. mereka tidak sempat merasas dibanggakan oleh orang tua saat bisa mulai berjalan. seperti kita dahulu, yang diberikan senyum di tiap pagi dengan penuh kelembutan, dan kita dibanggakan hanya karena kita menangis kencang saat kita terlahir di dunia, semenjak saat itu dan aku yakin kebanggaan itu akan terus ada hingga akhir hayatnya.

Orang tua, kami sayang kalian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s